Pemberhentian Vokalis Band Sukatani Sebagai Guru Dikritisi Aktivis FKBB

Jendelaindo News
Oleh -
1 minute read
JENDELAINDO - Aktivis Forum Kebangkitan Banjarnegara dan Bangsa (FKBB) Wahono, mengkritisi alasan Ketua Yayasan Al Madani Banjarnegara terkait pemberhentian vokalis Band Sukatani, Novi Citra Indriyati sebagai guru.

Meski keputusan tersebut tergolong belum dinyatakan final, namun alasan di balik pemberhentian sang vokalis Band Sukatani itu dinilai kurang masuk akal

Diberitakan sebelumnya, Ketua Yayasan Al Madani Banjarnegara, Khoirul Mudzakir menyatakan bahwa pemberhentian Novi dianggap melakukan pelanggaran berat dalam kode etik sebagai guru di SDIT Mutiara Hati Banjarnegara.

Mudzakir menilai, aksi Novi dirasa kurang bermoral terutama dalam hal penampilannya di atas panggung yang dianggap kurang pantas, termasuk mengenai penutupan aurat saat tampil di ruang publik.

"Menurut saya alasan yang disampaikan oleh Mudzakir itu tidak masuk akal, kalau dilihat dibeberapa video yang beredar, faktanya Novi ini tidak fulgar-fulgar amat pada saat melakukan konser. Bahkan, sang vokalis itu cenderung masih dalam batas kewajaran," ungkap Wahono kepada wartawan. Selasa (24/2).

Kita menghargai pemahaman moralitas mereka, namun keputusan yang diambil oleh Yayasan itu seakan bias hingga menyatakan alasan yang saya rasa kurang tepat dengan fakta yang ada," imbuhnya.

"Meskipun rasanya sesak di dada melihat kebijakan seperti itu, tetapi nyatanya hal-hal semacam ini masih kerap terjadi, penilaian standar moralitas hanya dilihat dari satu sisi saja," heran Wahono.

Seperti diketahui, vokalis yang membawakan lagu 'Bayar Bayar Bayar' tersebut merupakan guru Kelas 4 di SDIT Mutiara Hati, Kecamatan Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, sejak 2 November 2020 dan diberhentikan pada 6 Februari 2025 kemarin.

Lirik lagu yang dibawakan oleh Novi dianggap melakukan sebuah kritik pedas terhadap Polisi. Bahkan usai viral membawakan lagu tersebut, Band Sukatani yang terdiri dari dua dipersonel Novi citra Indriyati dan Muhammad Syifa Al Lutfi (Guitaris), sempat mengunggah video permintaan maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.